Jumat, 01 Mei 2026

Cerita Seks Kisahku dengan Boneka - Bonekaku part 3

Aku senang sekali akhirnya bisa mendapatkan 3 boneka baru. Yang pertama adalah boneka cowo kulit hitam atau negro, yang kedua adalah boneka anjing besar. Sepertinya ini jenis anjing herder. Dan yang terakhir adalah boneka gremlin. Tampangnya sih menakutkan, tapi ukuran badannya sama seperti goblin. Ketiga bonekaku ini belum bergerak sama sekali. Di saat yang bersamaan, dua boneka teddy kesayangan sibuk menggerayangi tubuhku.

"Kalian mau ngentot ya?" tanyaku dengan nada menggoda.

Mereka mengangguk dan segera melucuti pakaianku. Kedua boneka sange itu kemudian memperkosaku dengan cukup kasar. Aku sangat menikmati permainan kasar mereka. Mulut, vagina dan pantatku disodok dengan penis besar dua boneka teddy-ku. Setelah puas menyetubuhiku, kedua teddy-ku kembali menjadi boneka biasa. Lantai kamarku jadi basah karena lendir dan keringatku.

"Nafsuan banget mereka, hihihi," ucapku.

Aku kemudian menuju ke ranjang untuk beristirahat sejenak. Beberapa menit kemudian, aku merasakan ada tangan yang meraba - raba pahaku. Aku buka mataku, ternyata si boneka cowo kulit hitam pelakunya.

"Sepertinya dia perlu nama, biar tidak susah saat memanggilnya," ucapku dalam hati.

Aku lalu beranjak dari rebahanku, memposisikan diriku duduk di atas ranjang. Si boneka itu langsung menghentikan rabaannya.

"Mulai sekarang, namamu adalah George," kataku.

George sama sekali tidak menunjukkan ekspresi. Tapi aku yakin, dia suka dengan nama pemberianku. Aku kemudian mendekati kepadanya, lalu aku cium bibirnya. Sambil berciuman, dia meremas - remas dadaku. Aku membalasnya dengan mengocok kontolnya yang besar, hitam dan keras. 1 menit kemudian, aku menyudahi ciuman kita. Aku turunkan kepalaku menuju ke batang kontolnya yang terlihat asli. Aku cium kepalanya, lalu aku jilat - jilat sampai ke batangnya. Setelahnya, aku masukkan 1/4 kontolnya ke dalam mulutku. Aku kulum - kulum batang hitamnya George seperti pelacur binal. Aku coba untuk memasukkannya lebih dalam, ternyata tidak mudah. Rahangku terasa sakit karena dipaksa untuk membuka lebih lebar. 2 menit kemudian, aku cabut kontolnya George dari mulutku.

"Ouw ... sakit," ucapku sambil memegang rahang bawahku.

Aku dorong badannya George sampai dia telentang, kemudian aku posisikan diriku di atas kontolnya. Aku turunkan pinggulku hingga kontol hitamnya George menempel di bibir memekku. Setelah itu, aku dorong pantatku sampai kontol besar tersebut masuk semua ke dalam liang senggamaku.

"Aahhhhh." Aku mendesah panjang, menikmati kontolnya George yang memenuhi lubang memekku.

Aku goyang pantatku secara perlahan, kemudian aku mulai percepat goyanganku. Aku mendesah keenakan, menikmati kontol besar ini. Badanku mulai berkeringat akibat goyanganku yang penuh semangat. Aku pegang tangannya George, lalu aku arahkan ke payudaraku yang gondal - gandul. Dia lalu meremas - remas payudaraku dengan lembut.

"Oh ... yeah! Enak banget say!" desahku.

Satu menit kemudian, aku mendapatkan orgasme yang dahsyat. Cairan cintaku muncrat dalam jumlah banyak. Aku lalu ambruk di atas badannya George. Kontolnya masih menancap di memekku. Aku biarkan saja karena rasanya sungguh nikmat. Kontolnya George kemudian menyusut menjadi kecil. Dia kembali menjadi boneka biasa.

"Yahhhh." Aku kecewa.

Beberapa detik kemudian, si boneka anjing besar berjalan mendekatiku. Aku tersenyum menatapnya. Sudah jelas dia mendatangiku untuk memasukkan kontolnya ke dalam memekku. Si anjing besar itu mendorong badanku sampai terguling dari badannya si George. Si boneka anjing itu lalu mengangkangi diriku yang berbaring dalam posisi terlentang.

"Sepertinya kamu perlu nama juga, biar penyebutannya lebih enak," kataku. "Namamu adalah ... Boldi."

Dia sama sekali tidak bereaksi. Boldi malah mendekatkan kontolnya yang besar ke mulutku. Sebagai betina yang baik, aku buka mulutku, membiarkan kontol boneka tersebut masuk ke dalamnya. Boldi memaju-mundurkan kontolnya di dalam mulutku, sedangkan aku menikmatinya sambil memainkan memekku. Boldi mendorong - dorong kontolnya cukup dalam ke tenggorokan. Entah kenapa, aku malah suka. Beberapa menit kemudian, Boldi mencabut kontolnya dari mulutku. Dia lalu mendorong badanku, mengubah posisiku menjadi tengkurap. Aku meliriknya dan dia menatapku tanpa menunjukkan ekspresi. Aku langsung tau apa yang dia inginkan. Boldi ingin aku menungging, jadi dia bisa ngentotin aku dari belakang.

"Oke," ucapku.

Aku lalu memposisikan diriku menungging. Boldi kemudian naik ke atas badanku. Dia mencengkeram area pinggangku, kemudian aku rasakan sebuah benda keras menempel di bibir memekku. Benda keras tersebut kemudian masuk seluruhnya ke dalam liang senggamaku.

"Aaahhhhhh!" desahku sambil mendongak ke atas.

Rasanya sungguh nikmat sekali dientot oleh sebuah boneka anjing. Rasanya seperti aku dientot oleh anjing sungguhan. Badanku bergoyang ke depan dengan kuat akibat sodokan Boldiku yang perkasa.

"Oh yeah! Terusin sayangku!" seruku.

Beruntung di rumah sedang tidak ada siapa pun, jadi aku bisa berteriak keenakan sepuasnya. Tiba - tiba, muncul sebuah ide gila di kepalaku. Aku ingin mencoba dientot di luar kamar.

"Boldi sayang, mau ngentot di luar gak?" tanyaku.

Aku terkejut ketika Boldi menghentikan genjotannya, dan langsung mencabut kontolnya. Dia ternyata memahami perkataanku. Aku beranjak berdiri, lalu berjalan menuju ke luar kamar bersama dengan Boldi. Kemudian, aku menungging di depan pintu kamarku. Boldi kembali menaiki badanku, lalu dia sodokkan kontolnya ke dalam memekku.

"Ouhhh ... Boldi!" lenguhku.

Dia menggenjotku dengan buas. Butiran keringat menetes dari badanku, membuat lantai di bawahku jadi basah. Tidak lama kemudian, Boldi memutar tubuhnya. Sekarang kita sedang beradu pantat.

"Ah, iya ... enak sayang," lenguhku.

Kita beradu pantat sekitar 30 menit. Setelahnya, Boldi melepas kontol dan bonggolnya dari memekku. Aku kemudian ambruk di atas lantai dengan badan kelelahan. Memekku berkedut - kedut akibat dientot 3 kontol besar. Karena kelelahan, Aku tertidur di lantai depan kamarku. Beberapa menit kemudian, aku terbangun dari tidurku.

"Hmph?" Aku merasa ada yang aneh.

Aku menyadari kalau kedua tanganku terikat di belakang, dan posisiku berbaring menyamping. Aku menoleh ke belakang, dan kulihat si boneka gremlin sedang berdiri di belakangku.

"Ternyata kamu ya?" ucapku.

Dia meresponsnya dengan menendang punggungku. Aku membalasnya dengan tawa kecil. Si gremlin kecil itu lalu menarik - narik tanganku. Aku langsung tau kalau dia ingin aku berdiri. Aku kemudian beranjak berdiri, lalu si boneka gremlin itu berdiri di depan. Si kecil itu memberikan kode untuk mengikuti dia.

"Sepertinya aku menjadi tahananmu, ya? Hihihihi," ucapku.

Aku lalu berjalan mengikuti si boneka gremlin itu. Dia membawaku turun ke lantai 1. Si Gremlin itu membawaku berjalan mengelilingi lantai 1. Aku tidak tahu dia mau membawaku ke mana. Kita cuma berputar - putar saja. Tidak lama kemudian, dia kembali menuju ke lantai 2. Aku sih ngikut aja, karena saat ini, aku adalah tahanannya. Kita lalu tiba di depan pintu kamarku. Si gremlin ini memberikan gestur, memintaku untuk berjongkok. Aku menurutinya dan berjongkok di depannya. Dia lalu melepas ikatan tanganku. Setelahnya, dia terjatuh ke lantai, kembali menjadi boneka biasa.

"Lahh!?" Aku terkejut saat melihatnya. "Cuma gitu aja??"

Aku menepuk dahiku. Aku lalu membawa si boneka gremlin ini masuk ke dalam kamar. Aku kemudian merebahkan badanku, memikirkan yang baru saja terjadi.

"Sepertinya dia hanya ingin bermain sebagai monster kecil yang berhasil menangkap seorang wanita," ujarku dalam hati.

Aku jadi penasaran jika pintu menuju ke halaman belakang dan halaman depan aku buka. Karena sudah lelah, aku segera bersiap untuk tidur. Aku sikat gigi terlebih dahulu, setelah itu aku langsung menjatuhkan badanku ke atas kasur. Aku tidur tanpa busana.

***

Esok paginya, aku bangun dengan badan segar. Energiku sudah pulih 100%, siap untuk dientot lagi, hihihi. Aku menuju ke lantai 1 tanpa mengenakan pakaian. Aku ambil susu di kulkas, lalu aku tuangkan ke dalam gelas. Pagi ini, aku hanya sarapan roti dan susu. Selesai sarapan, aku kembali ke kamar sebentar untuk mengambil HP. Kemudian, aku menuju ke ruang keluarga untuk menonton TV. Ketika sedang menonton TV, aku mendapatkan pesan dari Fey.

"Bagaimana dengan boneka gremlinnya?" tulisnya.

"Masih bingung dengan kelakuannya," balasku dalam pesan chat.

Fey kemudian menjelaskan kepribadian dari si boneka gremlin. Dari penjelasannya, aku langsung paham apa yang perlu aku lakukan.

"Sekarang apa nanti, ya?" pikirku.

Selama seharian ini, aku akan sendirian di rumah. Jadi, ini adalah kesempatan emas untuk bersenang - senang dengan boneka kesayanganku.

"Hmmm ... enaknya siapa yang akan aku entot terlebih dahulu?" pikirku.

Setelah memikirkannya selama 1 menit, aku putuskan untuk ngentot dengan semua bonekaku. Aku menuju ke kamar, lalu aku ambil dua boneka teddy-ku. Aku bawa mereka menuju ke ruang keluarga. Ketika aku letakkan dua boneka teddy-ku di atas sofa, mereka berdua menjadi hidup. Kedua boneka kesayanganku itu beranjak berdiri, lalu mereka mendekatiku. Aku tertawa geli saat mereka menelanjangiku secara paksa. Setelah sukses melucuti seluruh pakaianku, mereka secara kasar membuatku menungging di atas lantai.

"Hihihihi." Aku malah tertawa dengan kelakuan mereka.

Si teddy coklat memasukkan kontolnya ke dalam mulutku, sementara si teddy putih menyorongkan kontolnya ke dalam memekku. Tangan dan kakiku bergetar akibat kenikmatan dahsyat ini. Mereka ngentotin aku dengan kasar. Tidak lama kemudian, aku mendapatkan orgasme pertamaku. Mereka lalu bertukar posisi. Si teddy coklat yang tadi ngentot mulutku, sekarang ngentotin memekku. Kontolnya si teddy putih yang belepotan cairan cintaku, sekarang masuk ke dalam mulutku. Aku cukup diam dan membiarkan mereka menggenjot semua lubang di tubuhku. Selama 30 menit, kedua boneka kesayanganku mengentotku. Badanku dibuat lemas oleh mereka berdua. Aku terkapar di atas lantai ruang keluarga. Kedua boneka teddy-ku kembali menjadi boneka biasa. 2 menit kemudian, aku beranjak menuju ke kamarku. Aku terkejut ketika melihat George berdiri di tangga.

"Eh!? Sejak kapan kamu di situ?" tanyaku, bingung.

George kemudian mendekatiku, lalu dia menggendongku seperti sedang membawa karung beras. Dia lalu membawaku kembali ke sofa ruang keluarga.

"Aku istirahat dulu, ya. Badanku capek banget," ucapku, memohon.

Si boneka kulit hitam itu mengacuhkan permintaanku. George memegang rahang bawahku, lalu dia masukkan kontolnya ke dalam mulutku. Dia menyodok mulutku dengan kasar. Setelah puas membuat rahangku sakit, George mengangkat kedua pahaku sampai lututku berada di dekat wajahku. Kemudian, dia masukkan kontol besarnya ke dalam memekku. Aku mendesah keras dan panjang saat benda besar itu menyumpal liang kenikmatanku. Sofa dibawahku berguncang akibat sodokan penuh tenaga dari si George.

"Ah, ah, ah ... ampun, sayang," ucapku, agak memohon.

Jika diteruskan, aku akan pingsan karena kelelahan dan keenakan. Dugaanku ternyata benar, 2 menit kemudian, pandanganku mulai kabur. Aku sudah tidak kuat lagi. Akhirnya, aku benar - benar pingsan.

***

Mataku mulai terbuka secara perlahan. Aku sangat terkejut mendapati diriku berada di halaman belakang. Kedua tanganku terikat di tiang lampu taman. Posisi tanganku berada di atas kepalaku, membuat ketiakku yang mulus terekspos. Punggungku bersandar di tiang lampu, pantat dan kakiku berada di atas rumput taman.

"Aduh, siapa nih pelakunya!" ucapku dengan ekspresi agak kesal.

Aku kemudian menyadari sesuatu. Kedua putingku dijepit dengan jepitan pakaian. Pantes payudaraku terasa nikmat - nikmat gimana gitu. Dari arah samping kiriku, muncullah si boneka gremlin.

"Oh, ternyata kamu," ucapku sambil senyum - senyum.

Dia menatapku sambil membawa sebuah timun besar. Tidak salah lagi, itu adalah timun yang aku beli kemarin. Si Gremlin kemudian menendang kakiku. Aku langsung mengerti apa yang diminta oleh boneka seram ini. Dia ingin aku melebarkan kedua pahaku. Aku menurutinya dan aku lebarkan kedua kakiku. Aku pamerkan memekku kepada si cebol ini, hihihi. Dia kemudian mengarahkan timun besar tersebut ke bibir memekku. Aku sedikit gemetar melihat ukuran dari timun itu.

"Aaahhhh!" Aku mendesah lumayan panjang saat ujung dari timun itu menyeruak masuk ke dalam liang memekku.

Liang senggamaku dipaksa untuk terbuka lebih lebar. Timun besar itu masuk makin dalam ke memekku. Si boneka gremlin itu menyisakan sangat sedikit ujung dari timun itu. Jika terdorong sedikit, maka timun tersebut akan masuk seluruhnya ke dalam liang memekku. Badanku bergetar, menikmati benda besar yang ada di liang kenikmatanku. Si Gremlin menatapku tanpa melakukan apa pun. Dia sepertinya hanya ingin menyiksaku. Beberapa menit telah berlalu. Aku masih terikat di lampu taman. Memekku masih tersumpal timun besar. Dia pergi meninggalkanku begitu saja. Beruntung tidak ada orang di rumah. Kalau misal ada, bisa - bisa suami dan anak - anakku akan mengira kalau aku jadi korban pemerkosaan atau pencabulan oleh orang mesum.

"Berapa lama, ya, aku jadi tahanannya?" pikirku.

Meski gak disodok - sodok, timun besar ini sukses membuat memekku berkedut - kedut. Badanku terus menggeliat, menahan rasa nikmat yang luar biasa ini. Sekitar 3 menit kemudian, aku mendapatkan orgasme dahsyat. Cairan cinta menyembur sampai membasahi rumput yang ada di bawah. Si Gremlin kemudian pergi meninggalkanku begitu saja.

"Eh!? Dia mau membiarkan aku terikat di sini?" ucapku dalam hati.

Entah kenapa, aku malah tidak panik sama sekali. Memekku malah tambah berkedut. Sepertinya aku sudah gila.

***

Aku tidak tahu sudah berapa lama aku terikat di sini. Aku masih berharap si Gremlin datang untuk melepaskanku. Tidak lama kemudian, secercah harapan menghampiriku. George berjalan mendekatiku, lalu dia melepas tali yang mengikat kedua tanganku. Tantangan berikutnya adalah mencabut timun dari memekku. Jika aku salah bergerak, maka timun ini akan masuk semua ke dalam memekku. Dengan hati - hati, aku tarik timun tersebut sambil aku lebarkan kedua pahaku. Timun tersebut perlahan mulai tertarik keluar dari liang senggamaku. Akhirnya, timun besar tersebut berhasil aku cabut dari memekku. Liang kenikmatanku terasa ngilu dan panas. Kemudian, aku berjalan menuju ke kamar mandi untuk membilas badanku. Boneka - boneka yang ada di rumahku sukses membuat memekku basah terus. Aku belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini. Selesai bilas, aku kembali ke dapur untuk memasak. Aku sengaja tidak berpakaian karena malas untuk kembali mengenakan bajuku.

"Setelah masak, enaknya ngapain, ya?" pikirku.

Kalo misal aku ngentot lagi, bisa - bisa aku mati karena kehabisan energi. Selesai memasak, aku merebahkan badanku di atas sofa. Badanku rasanya letih sekali akibat dikerjain oleh boneka - bonekaku.

Bersambung....